Laman

Sabtu, 09 April 2011

Bekerja dengan Workbench

Created by: DIASESWIN


Menggunakan Workbench dalam pekerjaan kayu sangatlah membantu, karena dengan workbench pekerjaan- pekerjaan manual seperti menyerut, membuat sambungan, menjepit, membelah/ memotong kayu, dan lain-lain dapat dilakukan dengan mudah dan lebih efisien.



                                                                                                                           
Saat bekerja kadang kita lupa meletakkan peralatan, sehingga membutuhkan waktu untuk mencarinya. Hal tersebut dapat di hindari karena Workbench ini memiliki area untuk meletakkan peralatan pada bagian atas meja, juga lebih mudah mengakses bahan- bahan seperti paku sekrup dll, karena memiliki laci untuk menyimpannya.





Bagi para pekerja kayu (tukang kayu) tradisional di Indonesia bahkan di Asia, menggunakan workbench model Barat ini tidaklah lazim, biasanya workbench yang digunakan berupa bangku  sederhana dari sebilah papan atau balok yang kakinya diatur sedemikian rupa sehingga bagian depan lebih rendah dari bagian belakang dan diberi penahan pada bagian ujung atas papan/ balok untuk menahan kayu saat diserut. Kayu yang dapat diserut biasanya hanya yang berukuran sedang dan panjang, untuk yang berukuran kecil dan tipis sangat sulit dan sering bergerak bahkan jatuh. Kegunaannyapun biasanya hanya untuk menyerut dan dilakukan dengan cara duduk.
  
Beberapa contoh bekerja dengan workbench diantaranya sebagai berikut :

1. Menyerut Kayu
  • Menyerut Kayu Pendek atau Panjang













  • Menyerut kayu tipis









2. Membuat Sambungan
  • Membuat Tenon








  • Membuat Mortise

3. Membelah kayu



4. Membuat Profile




5. Membuat Alur / Groove




6. Dan lain- lain termasuk juga bekerja dengan bantuan Clamp





Demikianlah beberapa contoh bekerja dengan Workbench.




Terimakasih





Sabtu, 19 Maret 2011

Woodworking Workbench / Meja Kerja Tukang Kayu

Created by: DIASESWIN

Dengan menambahkan beberapa fasilitas penunjang, maka workbench pada posting sebelumnya dapat difungsikan sebagai Woodworking Workbench.





Fasilitas Penunjang tersebut diantaranya :

  • Ragum/ Vise
  • Bench Dog
  • Area bagian atas untuk menyimpan peralatan
  • Tepi Meja
  • Laci
  • Rak Peralatan
  • Pengangkat Roda

Ragum / Vise

Ragum merupakan bagian penting dari woodworking workbench, Ragum pekerjaan kayu (woodworking vise) sedikit berbeda dengan ragum pekerjaan metal, tetapi bila Workbench ingin digunakan untuk pekerjaan metal, dapat juga ditambahkan ragum untuk pekerjaan metal.

Woodworking vise banyak jenisnya, salah satunya yang digunakan pada Workbench ini adalah : Jenis Shoulder vise screw yang diposisikan sebagai End Vise.







Bench Dogs

Adalah pasak berupa tongkat kayu segi empat ataupun bulat yang berfungsi untuk menjepit kayu sehingga tidak bergerak saat diolah dengan alat lain. Pasak tersebut terdiri dari dua, yang satu diposisikan pada dog holes di meja dan yang lainnya pada Dog Block yang menyatu dengan Ragum.


 

Kotak Peralatan, Laci dan Tepi Meja 

Kotak peralatan berfungsi meletakkan benda kerja kecil atau Hand tools misalnya palu, meteran, dll. Sedangkan Laci untuk menyimpan bahan kerja seperti sekrup, paku dan lain- lain.
 



Rak Peralatan

Rak peralatan ini berfungsi meletakkan benda- benda kerja yang lebih besar misalnya Circular saw, clamp, dll. Rak peralatan ini menggunakan potongan kayu setebal 1.5 cm yang disatukan sehingga membentuk papan lebar. 




Pengangkat Roda / Lifter

Workbench ini walaupun berat tapi dapat dipindah- pindah karena memiliki Pengangkat roda.


Ready to move
Ready to work










Untuk melihat beberapa contoh cara kerja workbench ini lihat posting selanjutnya : Bekerja dengan Workbench)


    Terimakasih




    Sabtu, 12 Maret 2011

    Laci / Drawer

    Created by: DIASESWIN

    Laci adalah Kotak bagian dari furniture yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat ditarik keluar untuk mengakses isinya.



    Laci sepintas lalu kelihatannya remeh, tapi hampir sebagian besar furniture yang berupa lemari, bufet ataupun meja dan lain- lain memiliki laci.  Seringkali laci membuat kita frustasi, bila sulit ditarik apalagi macet, ataupun sebaliknya bila mudah sekali jatuh sehingga isinya berserakan di lantai.

    Tata cara pembuatan laci dan bahan bakunya juga beragam, ada yang terbuat dari plastik, logam, plywood ataupun yang sering kita lihat dengan bahan kayu.

    Cara membuat :

    • Siapkan kayu untuk bagian depan, belakang, kiri, kanan dan bawah
    • Lebar kayu bagian depan disesuaikan dengan lubang rumah lacinya
    • Lebar kayu bagian samping dan belakang berukuran sama, sedikit lebih kecil dari kayu untuk bagian depan.
    • Lebar kayu bagian bawah sesuaikan dengan luas rumah laci.
    • Buat alur (groove) seperti pada gambar.
    • Satukan seluruh bagian dengan susunan saling menyatu dan menggunakan lem dibantu dijepit dengan clamp agar penyatuannya kuat.
    • Setelah lem kering lepas clamp. Untuk memperkuat dapat ditambahkan paku pada bagian sisi depan samping kiri dan samping kanan.




    • Lakukan percobaan fitting ke rumah laci, bila tidak lancar lakukan perapihan dengan di serut dan amplas.

    • Tambahkan pegangan untuk menarik dan menutup laci, bisa dari potongan kayu yang disekrup dari dalam, ataupun dari bahan lain yang banyak tersedia dipasaran.

    • Selesai Laci dan siap digunakan.




      Minggu, 30 Januari 2011

      Papan dari potongan kayu / Butcher Block

      Created by: DIASESWIN

      Potongan- potongan kayu kecil sering dianggap barang sisa yang sudah tidak terpakai lagi dan hanya dijadikan kayu bakar, sebenarnya kayu- kayu tersebut dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna misalnya dijadikan papan lebar untuk bagian atas dari Meja makan, Meja kopi, Meja kerja dan lain-lain.








      Bahan- bahan :
      • Kayu-kayu potongan 
      • Kayu panjang untuk bagian tepi dan tengah (optional)
      • Lem Kayu
      Alat- Alat
      • Penjepit (Clamp)
      • Gergaji manual dan Circular saw
      • Serutan manual dan Planer
      • Penggaris besi panjang
      • Penggaris Siku
      • Meteran
      • Ballpoint/ pensil
      • Kuas

      Cara membuat

      1. Menyiapkan kayu potongan
      • Pilih kayu- kayu potongan yang yang baik, ukuran sesuaikan dengan peruntukan, bila diperuntukkan untuk meja yang kecil gunakan potongan kayu yang lebih kecil
      • Bersihkan kayu potongan dari bekas- bekas paku atau skrup.
      • Susun potongan kayu dengan perkiraan lebar dan panjang papan yang akan dibuat
      • Serut potongan- potongan kayu hingga rata dan memiliki ketebalan dan ukuran yang sama pada setiap lajurnya, potong ujung-ujung kayu dengan gergaji hingga lurus pastikan dengan penggaris siku.
      • Siapkan tempat yang rata misalnya lantai atau meja besar, untuk memastikannya dapat digunakan waterpas. Beri alas plywood lebar diatas meja atau lantai yang akan digunakan. 
      • Susun kembali potongan kayu dengan permukaan yang akan dijadikan atas menghadap ke meja/lantai
      • Lakukan percobaan penjepitan dengan menggunakan Penjepit / Clamp, untuk memastikan ukuran dan kepadatan celah antar kayu.
      • Setelah dijepit, cek celah-celah antar kayu, bila masih ada yang renggang, lakukan penyerutan ulang untuk menyamakan tebal potongan kayu tersebut. 



      2. Pengeleman
      • Lapisi alas plywood dengan kertas koran, agar potongan kayu tidak menempel pada plywood 
      • Gunakan Lem kayu yang berkualitas dan tahan terhadap air.
      • Mulai lakukan pengeleman menggunakan kuas satu persatu setiap lajurnya dengan kedua permukaan kayu diolesi lem.
      • setiap selesei pengeleman pada setiap lajur langsung ditempelkan ke potongan kayu berikutnya, demikian seterusnya.
      • Setelah selesai pengeleman dan semua potongan kayu sudah menempel dan tersusun dengan rapi lakukan penjepitan dengan menggunakan Clamp.
      • Tunggu hingga melewati malam.













      3. Pelepasan Clamp dan perapihan papan
      • Setelah melewati malam kesesokan harinya lepas clamp dari papan
      • Balik papan sehingga permukaan yang diperuntukkan sebagai atas meja menghadap keatas
      • Ratakan permukaan papan dengan serutan perlahan-lahan berulang-ulang sehingga didapat hasil yang rata dan halus.
      • Potong pinggiran kayu dengan gergaji / circular saw.
      • Bila perlu untuk memperkuat tambahkan kayu seukuran lebar papan pada bagian tepi depan dan belakang dengan lem dan di sekrup.









      • Selesai papan tebal dari potongan kayu dan siap untuk digunakan sebagai papan atas meja makan, meja kerja dan lain-lain. Untuk selanjutnya proses penghalusan dapat dilakukan berulang-ulang dengan serutan dan amplas, setelah itu dapat dilakukan pelapisan dengan menggunakan pelapis dasar kayu dan politur. Proses penghalusan akhir dapat juga dilakukan bersama-sama dengan bagian meja yang lain bila sudah menjadi satu.

      Terimakasih
      Copyright © 2011 by diaSESwin